Senin, 03 Desember 2012

Fauzi Rachmanto

Fauzi Rachmanto


Apa yang Anda Bela?

Posted:

Apa yang Anda Bela? Anda melakukan bisnis sebenarnya hendak membela apa? Kelihatannya sebuah pertanyaan mudah. Namun jika Anda adalah pelaku usaha, saya yakin saat ini kening Anda langsung berkerut. Berebeda dengan saat perjuangan kemerdekaan dulu. Seandainya kita sampaikan pertanyaan "apa yang Anda bela?" ke para pejuang kemerdekaan, jawaban mereka akan seragam: Kemerdekaan. Bahkan lebih tegas
read more..

Mengunci Negosiasi

Posted:

Teman saya terlihat murung. Padahal tiga bulan lalu saya ingat betul bagaimana dengan ceria dia menceritakan keberhasilannya mendapat sebuah kontrak pekerjaan pembuatan software aplikasi di sebuah perusahaan. Rupanya pekerjaan yang diberikan "berat di ongkos" untuk dilaksanakan. Memerlukan sumber daya manusia yang banyak, waktu tidak sedikit, dan perangkat yang tidak murah. Sebenarnya tidak menjadi masalah jika
read more..

Mahal Tapi Laris

Posted:

Para pelaku Usaha Kecil dan Menengah umumnya memiliki asumsi, bahwa cara terbaik memenangkan persaingan adalah dengan melakukan "perang harga". Semakin murah suatu produk, maka akan semakin laris. Namun kenyataannya tidak selalu demikian. Banyak produk yang meskipun dijual dengan harga "premium" namun tetap dicari orang. Contohnya beberapa merk busana tertentu, kalau sedang melakukan program "sale" pasti
read more..

Memberi Lebih

Posted:

Apa perasaan Anda ketika membeli sebuah barang, kemudian ternyata penjual dengan senang hati memberikan tambahan? Pasti Anda senang. Semua orang akan merasa senang jika mendapat lebih dari yang diharapkan. Setiap tahun, usai merayakan Lebaran di kota Bandung, saya dan keluarga rutin melakukan perjalanan mudik ke kota asal saya. Sepanjang perjalanan yang melelahkan, tersedia banyak sekali
read more..

Menciptakan Momentum

Posted:

Apakah yang disebut momentum dalam bisnis? Momentum adalah sebuah kejadian luar biasa, yang secara signifikan dapat mengubah perjalanan bisnis kita menuju ke arah yang lebih baik. Dalam upaya mewujudkan keberhasilan usaha kita, seringkali kita tidak bisa lepas dari terjadinya momentum. Misalnya, seseorang yang sedang merintis usaha konveksi, berbulan-bulan order biasa-biasa saja, hasil usaha juga biasa-biasa
read more..

Berjualan Cangkul

Posted:

Siapakah pengusaha paling sukses di masa perburuan emas di Amerika Serikat di jaman "Wild Wild West"? Pemilik tambang? Bisa jadi, namun banyak juga pemilik tambang yang gagal menemukan emas dalam jumlah yang cukup berarti, sementara modal sudah banyak terbuang. Pekerja tambang? Mungkin, sekiranya para pekerja tadi cukup beruntung untuk dapat bertahan dengan upah yang minim dan kehidupan di pertambangan yang keras pada waktu itu.

Bukan Sekedar Nama

Posted:

Apa nama usaha Anda? CV. Jaya Gemilang, PT. Maju Mundur, ataukah PT. Rindu Order? Awas.. hati-hati, jangan salah memberi nama usaha, ingatlah bahwa nama juga adalah sebuah harapan dan doa. Umumnya pelaku usaha pemula menganggap nama hanyalah sekedar identitas usaha. Untuk membedakan dengan usaha orang lain yang sejenis, maka dibuatlah nama usaha. Terlebih di Indonesia,
read more..

Bisnis Adalah Melayani

Posted:

Sebagai pelaku usaha sering kita terjebak pada cara berpikir klise, bahwa untuk unggul kita harus memiliki produk atau jasa dengan kualitas terbaik dan dengan harga terbaik. Tentu saja kedua hal tersebut penting. Namun, coba kita lihat, apakah betul produk dengan kualitas ataupun harga terbaik selalu unggul dibanding kompetitornya? Tidak mutlak demikian. Bahkan seringkali produk dengan
read more..

I Want to Debt Free

Posted:

I want to debt free! I want to debt free! Yeaah..! Lagu yang asli nya dibawakan grup musik Rock Queen, dan berjudul ‘I want to break free’ itu dinyanyikan dengan penuh semangat dan penghayatan oleh beberapa teman, yang bersama saya mengikuti seminar yang dibawakan Pak Heppy Trenggono di Bandung beberapa waktu lalu. Seminar tersebut memang
read more..

Rabu, 03 Oktober 2012

Fauzi Rachmanto

Fauzi Rachmanto


Video 4

Posted:

Michael Buble – HitMan David Foster & Friends : httpv://www.youtube.com/watch?v=zsDEX_czsVk

Video 3

Posted:

David Foster and Charice : httpv://www.youtube.com/watch?v=kIf2GeLzGVo

Video 2

Posted:

Earth, Wind & Fire : httpv://www.youtube.com/watch?v=7di7LRsl3J8

Video 1

Posted:

Lara Fabian & Michael Bolton – The Prayer – Hit Man Returns : httpv://www.youtube.com/watch?v=IgM85uSMQKo

Slideshare 3

Posted:

Lorem ipsum dolor sit amet, mollis definiebas ad pro, ut tractatos salutatus sed, delectus atomorum ut his. Persius ceteros eligendi sit ei. Ius omnesque perfecto id. Cu audiam nostrud mei. Eos accusam singulis no, te usu ferri velit dicta. Denique placerat an mel, cu amet falli pri. In affert quando ubique nam, pri vide senserit [...]

Slideshare 2

Posted:

Lorem ipsum dolor sit amet, mollis definiebas ad pro, ut tractatos salutatus sed, delectus atomorum ut his. Persius ceteros eligendi sit ei. Ius omnesque perfecto id. Cu audiam nostrud mei. Eos accusam singulis no, te usu ferri velit dicta. Denique placerat an mel, cu amet falli pri. In affert quando ubique nam, pri vide senserit [...]

Slideshare 1

Posted:

Lorem ipsum dolor sit amet, mollis definiebas ad pro, ut tractatos salutatus sed, delectus atomorum ut his. Persius ceteros eligendi sit ei. Ius omnesque perfecto id. Cu audiam nostrud mei. Eos accusam singulis no, te usu ferri velit dicta. Denique placerat an mel, cu amet falli pri. In affert quando ubique nam, pri vide senserit [...]

E-book 2

Posted:

Ne ornatus propriae usu. At mei quas voluptua prodesset. Discere sententiae quo ne, alia probo philosophia mea ea, mollis blandit vim id. Ut quo sale mentitum prodesset. Suas labitur tacimates pro ne. Veri sale minim vis te. Vel no debitis mentitum, laudem sententiae referrentur quo an. Iriure viderer fabellas quo ad, ea tale essent est. [...]

Ebook 1

Posted:

Pro in hinc assum vituperata. Sea et aperiam dolorum constituto, eam ne eius copiosae, congue salutandi suavitate at eum. Quas equidem quo id, sed populo alienum id. Cu sit graeco rationibus, fugit eruditi legimus ea vix, te nam nonumy consetetur. Molestiae gubergren philosophia cum ne, tritani voluptaria moderatius ea vix. Solet tempor nominavi est ei. [...]

Senin, 01 Oktober 2012

Email notifications from Google Webmaster Tools

Dear Webmaster Tools user,

We know that having a healthy and well-performing website is important to you. To keep you informed about your site's status Webmaster Tools will now automatically send you a notification email if there are critical or important issues that we detect with your site.

We'll only send you email for issues that we think have significant impact on your site's health or search performance which have clear actions that you can take to address. For example, we'll email you if we detect malware on your site or see a significant increase in errors while crawling your site.

For most sites these kinds of issues will occur rarely. If your site does happen to have an issue we cap the number of emails we send over a certain period of time to avoid flooding your inbox.

If you don't want to receive any email from Webmaster Tools you can change your email delivery preferences at https://www.google.com/webmasters/tools/preferences.

We hope that you find this change a useful way to stay up-to-date on critical and important issues regarding your site's health.

If you'd like more information about Webmaster Tools and building Google-friendly websites please visit http://www.google.com/webmasters.

The Webmaster Tools Team


© 2012 Google Inc. 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043

You have received this mandatory email service announcement to update you about important changes to your Google Webmaster Tools account.

Senin, 21 Mei 2012

CeritaInspirasi.net

CeritaInspirasi.net

Link to CeritaInspirasi.net

Orang Kaya dan Miskin

Posted: 20 May 2012 06:28 PM PDT

Pada suatu hari, ada orang kaya mengajak anaknya yang masih berumur tujuh tahun untuk berkunjung dan menginap selama beberapa hari ke sebuah desa. Desa itu adalah kampung halaman dari Pak Suwarta, demikian nama orang kaya tersebut. Masa kecil Pak Suwarta dihabiskan di sana, hingga kedua orang tuanya meninggal dan dia mengikuti kakaknya ke Kota, di [...]


Selasa, 10 April 2012

Bagaimana Cara Anda Menyelesaikan Masalah?

Dalam pengalaman saya bekerja dan berinteraksi dengan banyak orang, saya amati ada dua tipe orang dalam menghadapi masalah atau problem, baik di pekerjaan maupun kehidupan sosial. Dua tipe ini adalah reactive (bereaksi begitu masalah datang) dan receptive (mau menerima masalah).

Pendekatan Reactive

Mereka yang reactive biasanya melihat suatu masalah sebagai ancaman. Entah ancaman terhadap karirnya, bisnisnya, keluarganya, dan sebagainya. Dalam kelompok ini Anda mencari solusi terhadap masalah dengan menggunakan pendekatan logis dan tradisional. Ciri-cirinya:
  • Begitu masalah datang Anda cenderung segera mencari cara apapun untuk mengatasinya.
  • Masalah dilihat sebagai faktor penghambat perkembangan diri.
  • Anda akan segera menyusun strategi untuk menghadapi masalah
  • Karena masalah dilihat sebagai ancaman, dia akan mendominasi pikiran dan cenderung menyebabkan kecemasan dan stress.
Apabila Anda bekerja di perusahaan, barangkali Anda pernah diminta untuk memimpin suatu proyek dimana Anda bertanggung jawab untuk mencapai target tertentu. Disini Anda dihadapkan dengan situasi yang membutuhkan analisa, justifikasi, dan pemikiran logis dalan menghadapi tantangan atau masalah yang muncul. Anda akan berada dalam kondisi tertekan untuk memenuhi deadline. Bisa ditebak, Anda akan cenderung menggunakan pendekatan reaktif dalam menyelesaikan persoalan.

Pendekatan Receptive

Pendekatan ini biasanya dipraktekkan oleh mereka yang sudah menyadari bahwa masalah bukanlah ancaman tetapi justru konsekuensi yang timbul dari suatu kondisi yang kita ciptakan. Oleh karena itu kita mempunyai kekuatan untuk mengubah kondisi tersebut dari dalam diri sendiri. Anda mau menerima masalah dan pada saat yang sama membuat solusinya.Ciri-cirinya:

Ketika masalah datang, Anda mengenalinya dan menggunakan pendekatan:
  • Masalah merupakan kebalikan dari solusi. Ketika masalah muncul, Anda percaya saat itu juga bahwa solusinya sudah ada.
  • Anda fokus kepada solusi dari persoalan yang timbul, bukan pada penyebab dari masalah itu. Dengan demikian Anda mengambil alih kontrol dari dalam diri Anda sendiri, bukannya dikendalikan oleh keadaan di luar.
  • Masalah merupakan kesempatan untuk pengembangan diri. Anda melihatnya sebagai peluang untuk meciptakan realitas positif dalam hidup Anda.
Mau menerima masalah bukan berarti berdiam diri. Anda tidak ”kebakaran jenggot” tetapi mengenali masalah itu dengan tenang dan membuat diri Anda responsif terhadap semua yang Anda perlukan untuk mengundang solusi.

Contoh yang paling sederhana adalah ketika pasangan yang Anda cintai (misalnya istri, suami, atau pacar) sedang ngambek karena masalah sepele. Dengan pendekatan reactive, Anda hanya akan memperburuk keadaan dengan bertanya-tanya kenapa dia harus ngambek, menganalisa penyebabnya dan merasa kondisi ini akan mengancam keharmonisan hubungan Anda dengannya. Bukannya solusi yang didapat tetapi justru kecemasan dan kekhawatiran.

Dengan pendekatan receptive, Anda menerima dan menyadari bahwa pasangan Anda sedang marah. Anda fokuskan energi Anda untuk menciptakan kasih sayang yang pada dasarnya merupakan lawan dari kemarahan. Anda tidak larut terbawa suasana – mencoba mencari jawaban dari analisa kenapa dia jadi marah – tetapi mengambil alih kendali dari dalam diri sendiri, tetap berpikir tenang, dan menunjukan sikap positif dalam perilaku Anda. Anda akan rasakan bahwa berada dalam situasi ini justru membuat diri Anda berkembang. Anda membuat kualitas positif dari diri Anda muncul ke permukaan dan sudah menjadi hukum alam dengan bersikap seperti ini pasangan Anda niscaya akan berubah dari marah menjadi cinta.

Pendekatan receptive ini bisa Anda praktekkan di kehidupan bisnis, rumah tangga, dan sosial. Intinya Anda membangun keyakinan bahwa masalah tidaklah nyata sehingga Anda tidak merasa terbebani. Latih diri Anda untuk tidak reaktif ketika suatu masalah muncul. Fokuskan diri Anda pada lawan dari masalah, yaitu solusi, untuk menemukan kendali dan bukannya larut dalam masalah itu.

 By Al Falaq Arsendatama

Beranilah Memulai Sesuatu yang Besar

Ada saran ketika mulai bisnis harus dari yang kecil dulu sesuai dengan kondisi keuangan kita dan sesuai dengan pengalaman yang kita miliki. Itu sangat benar sekali. Dalam konteks ini yang ingin saya bahas adalah tidak ada keharusan juga untuk mulai dari yang kecil. Bisnis adalah masalah keberanian mengambil resiko. Jika Anda mendapatkan kesempatan untuk bisa merealisasikan ide besar dengan kondisi yang Anda yakin bisa Anda lakukan dengan modal besar, ya lakukan. 

Tidak ada hukum kekekalan dalam bisnis yang berlaku untuk selalu memulai dari yang kecil dengan modal yang kecil. Saya menulis seperti ini karena saya ingin menggelitik sedikit pikiran para pengusaha yang sudah mencapai titik aman pertama dalam bisnisnya untuk berani membesarkan impian untuk mencapai yang lebih tinggi. Kita bukannya tidak bersyukur tetapi ingatlah dalam bisnis kita harus berpatron dengan kemajuan negara-negara maju yang begitu pesat dalam mengembangkan bisnis. 

Kenapa sebuah ide besar dan mendunia keberadaannya selalu identik berasal dari negara maju. Kita sebut saja nama-nama tenar seperti FACEBOOK, YOUTUBE, GOOGLE, WALMART, dan lain sebagainya selalu memposisikan diri bahwa negara dunia ketiga seperti Indonesia tidak pernah bisa menyamai kemajuan teknologi dan bisnis negara maju. Itu salah besar. Memang sih dalam hal ini tidak disampaikan secara implisit. Tapi pemahaman ini disampaikan secara tidak langsung. Banyak anak-anak muda mengatakan sangat mudah membuat teknologi yang berkembang pesat seperti di negara maju. 

Tetapi kenapa kita tidak pernah bisa mendahului keberadaan sebuah merek besar yang mendunia. Inilah momok yang harus kita basmi dengan cara berani bermimpi besar dan berani memulai dengan sesuatu yang besar. Saya sangat mengenal secara tidak langsung beberapa pengusaha besar yang berkata bahwasanya mereka orang yang sangat fokus dan mereka hanya melakukan bisnis besar. Bisnis besar akan menghasilkan keuntungan yang besar pula. Terlalu banyak pengusaha sukses yang hanya jago kandang dan tidak pernah berani meningkatkan taraf kesuksesannya hingga dikenal dunia.

Seorang pengusaha yang mendapatkan ide besar dengan peluang investasi yang besar berarti sudah memulai dari sesuatu yang kecil. Saya adalah orang yang sangat yakin akan proses dan pengalaman. Tidak akan ada keberanian seseorang untuk melemparkan ide besar dengan investasi besar ke publik jika selama ini dia tidak memulai dengan bisnis yang kecil. Ini semua saya alami sendiri. Usaha saya masih terbilang belum BESAR (Saya menghindari kata KECIL karena berkonotasi negatif) tetapi pengalaman usaha yang saya mulai dari yang kecil sudah sangat banyak walaupun belum BERHASIL, tetapi saya selalu mendapatkan ide untuk merealisasikan sebuah ide besar. Saya yakin ada jalan untuk kita semua. Jika mereka bisa, kita pasti lebih bisa. Semangat!!!


By. Hafizzuddin, S.E.
Owner & Founder RAJAGUNG

Rabu, 28 Maret 2012

Lima Penyebab Kegagalan Pebisnis Pemula

Bagi pelaku usaha pemula terkadang sulit untuk menerima kenyataan bahwa rencana usaha yang telah disusun dengan matang tidak berjalan seperti yang diharapkan. Sikap demikian wajar karena pelaku usaha pemula, biasanya belum kenal dengan “kegagalan”. Sebagai pengusaha, kegagalan adalah peristiwa yang harus kita “akrabi”, sehingga ketika terjadi reaksi kita bukan frustrasi, namun dapat menganalisa penyebabnya dan mampu menyusun ulang strategi tepat untung mengatasinya. Penyebab kegagalan pebisnis pemula yang wajib diketahui, untuk dapat diantisipasi adalah sebagai berikut:

Penyebab pertama: Alasan yang salah dalam memulai usaha.
Banyak pengusaha pemula, memulai usaha dengan alasan yang tidak tepat. Misalnya, memulai usaha dengan alasan menghindari kerja keras di tempat kerja, tidak bahagia di tempat kerja, dan sebagainya. Karena alasan nya adalah menghindari kerja keras, maka pebisnis pemula tadi akan cepat sekali merasa frustrasi ketika dalam mengelola bisnis ternyata perlu usaha yang jauh lebih keras.
Kerja keras adalah hal biasa, baik di tempat bekerja maupun ketika mengelola usaha, justru bagaimana supaya bisa melengkapi dengan kerja cerdas dan kerja ikhlas, disitulah pekerjaan rumah nya. Kebahagiaan dapat hadir kapan saja, baik saat menjadi pekerja, maupun ketika menjadi pengusaha. Justru bagaimana dapat selalu menghadirkan semangat dan kebahagiaan di hati kita, dalam situasi apapun, disitu tantangannya.
Ketika alasan yang dipilih tidak tepat, maka frustrasi dan kegagalan akan mudah sekali menghampiri.

Penyebab kedua: Tidak berhasil menarik pelanggan.
Euphoria ketika memulai usaha, seringkali membutakan kita dengan hal-hal yang sangat prinsipil dalam bisnis, misalnya bagaimana mendatangkan pelanggan dan menciptakan transaksi yang menguntungkan. Karena sangat bersemangat memulai usaha, kadang pelaku usaha pemula lupa untuk melakukan mengenali pasar, apakah produk yang diciptakannya memiliki kebutuhan yang nyata pada pasar yang menjadi sasarannya. Produk yang luar biasa inovatif, desain menarik, tetap saja akan berpotensi gagal apabila memang tidak ada kebutuhan riil. Misalnya, jika pasar sasaran kita adalah para petani di desa, tentu produk yang cocok adalah perangkat pertanian yang mereka butuhkan, bukan perangkat perkantoran canggih yang dibutuhkan kaum professional di kota besar.
Dalam kasus lain, kita sudah menciptakan produk inovatif yang luar biasa, dan memang ada kebutuhan kuat dari masyarakat akan produk tersebut, namun kalau tidak dilakukan marketing yang baik, maka potensi gagal juga akan besar. Karena suatu produk yang baik, baru akan sukses, jika kita komunikasikan dengan cara yang tepat, kepada orang yang tepat, secara masal.

Penyebab ketiga: Biaya operasional terlalu besar.
Banyak pengusaha pemula yang gagal tinggal landas, karena besar pasak daripada tiang. Misalnya usaha sudah dapat mendatangkan hasil yang baik. Memiliki produk yang inovatif, pasar yang potensial, dengan kebutuhan yang terdefinisikan dengan baik. Strategi pemasaran pun dapat dijalankan dengan baik. Namun apabila untuk itu semua diperlukan biaya yang lebih besar dari pendapatan, maka dalam jangka panjang usaha tersebut akan sulit dipertahankan.
Seringkali biaya operasional yang besar tersebut datang dari “jebakan kemewahan korporat” belaka. Hal-hal yang sesungguhnya jika dikaji ulang tidak perlu. Misalnya, kantor yang mewah, sementara tidak pernah ada customer yang perlu datang ke kantor kita. Perangkat komunikasi dan komputer mobile yang canggih, sementara kita jarang perlu menggunakan di luar kantor. Kendaraan yang mahal sementara kita jarang memerlukan, dan sebagainya.

Penyebab keempat: Manajemen hutang yang buruk.
Karena terlalu bersemangat dalam berusaha, seringkali pelaku usaha mengabaikan prinsip dasar berhutang. Seringkali mereka menggunakan hutang untuk hal-hal yang tidak terkait langsung dengan memperbesar hasil usaha. Akibatnya adalah jebakan hutang, yang ditutup dengan hutang yang lain, kemudian ditutup dengan hutang yang lain, dan seterusnya. Tidak jarang pengusaha pemula, berakhir usaha nya dalam kondisi terjebak hutang yang sudah sulit diurai ujung pangkal nya.
Prinsip dasar manajemen hutang adalah kita menggunakan hutang untuk mengungkit usaha kita. Kita mengambil hutang karena usaha kita dapat mendatangkan pendapatan, memiliki keuntungan yang cukup, yang akan menjadi sumber pengembalian hutang. Bukan semata karena ada jaminan berupa harta tetap (fixed asset).

Penyebab kelima: Tim yang tidak solid.
Tidak jarang usaha yang awalnya berjalan baik, kemudian harus bubar karena tim yang didalamnya memutuskan untuk berpisah. Terlebih apabila usaha tersebut dibangun secara bersama-sama. Potensi “pecah kongsi” dapat menjadi sumber kegagalan.
Umumnya ini terjadi karena tidak adanya “trust”, rasa percaya diantara anggota tim. Ketiadaan trust datang dari keinginan untuk dipercaya, tapi tidak dapat membuktikan diri bahwa kita layak dipercaya. Kepercayaan adalah sesuatu yang harus kita raih, kita buktikan melalui tindakan nyata. Bukan sesuatu yang diberikan begitu saja oleh orang lain.
Selain itu, pecah kongsi sering terjadi karena satu pihak merasa lebih unggul atau lebih berjasa dari pihak lain. Tidak menyadari bahwa setiap orang punya kekuatan dan kelemahan. Sikap seperti ini akan menjadi sumber perpecahan. Kalau memang ingin membangun usaha dengan partner, maka toleransi terhadap kelemahan partner lain menjadi kata kunci.

Demikianlah lima penyebab kegagalan yang harus kita antisipasi. Seorang pengusaha sejati, tidak hanya siap untuk menerima keuntungan, tidak hanya terbius dengan angka-angka proyeksi keuntungan. Namun juga siap, jika hasilnya adalah sebaliknya. Pengusaha sejati akan menjadikan kegagalan tadi sebagai umpan balik, menyusun ulang strategi, dan bangkit kembali. (FR).


By Fauzi Rachmanto